MALINAU, Maqnaia – Dalam rangka menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya Idulfitri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malinau bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) menggelar Pasar Murah/Pasar Ramadhan 1447 H/2026 M di halaman Kantor Desa Malinau Kota, Rabu (4/3/2026).
Kepala Dinas Perindag Malinau, Sergius, S.Hut., M.M., mengatakan kegiatan pasar murah ini merupakan instruksi langsung Bupati Malinau sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok selama Ramadhan.
“Kita bersyukur tahun ini, meskipun dengan keterbatasan anggaran, kegiatan pasar murah tetap bisa dilaksanakan. Ini wajib kita lakukan untuk menjaga stabilitas harga menjelang hari raya besar keagamaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan di Desa Malinau Kota merupakan hari kedua pasar murah, setelah sebelumnya digelar di Desa Malinau Hulu. Secara keseluruhan, kegiatan ini akan dilaksanakan di empat titik pada dua kecamatan.
Tahun ini, Disperindag juga berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Malinau, Dharma Wanita Persatuan, serta Gabungan Organisasi Wanita (GOW). Untuk kegiatan yang melibatkan TP PKK dan GOW akan dilaksanakan di Taman Jajok, Malinau Seberang pada 5–6 Maret 2026.
“Kami sangat terbantu dengan kolaborasi antar organisasi wanita ini dalam mendistribusikan bahan pangan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Adapun bahan pokok yang dijual dalam pasar murah ini antara lain beras, telur, gula, bawang merah, bawang putih, dan minyak goreng. Harga yang ditawarkan pun lebih rendah dibanding harga pasar.
Sebagai contoh, harga telur ayam di pasaran saat ini mencapai Rp65.000 per piring, sementara di pasar murah dijual seharga Rp50.000. Secara umum, terdapat selisih harga sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 lebih murah dari harga pasaran.
Terkait perkembangan harga bahan pokok, Sergius mengungkapkan bahwa pada awal Ramadhan memang terjadi kenaikan, namun tidak signifikan. Hal tersebut dipengaruhi meningkatnya kebutuhan masyarakat serta pasokan dari luar daerah yang sempat tersendat.
Sementara untuk komoditas lokal seperti cabai rawit, kenaikan harga terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Malinau, sehingga memengaruhi produksi dan distribusi.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Malinau berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat serta memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau selama Ramadhan hingga Idulfitri. (win)

