KUTAI TIMUR, Maqnaia – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menaruh perhatian serius terhadap kondisi jalan nasional di wilayah utara, khususnya di Kabupaten Kutai Timur. Sejumlah ruas strategis yang menjadi jalur penghubung utama mobilisasi barang dan masyarakat kini masuk tahap evaluasi untuk perencanaan pembangunan dan perbaikan.
Ruas yang menjadi sorotan meliputi Sangatta–Simpang Perdau, Simpang Perdau–Muara Lembak, serta Muara Lembak–Sangkulirang (Pelabuhan Ronggang). Jalur ini dinilai memiliki peran vital dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Kalimantan Timur.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, pada ruas Sangatta–Simpang Perdau sepanjang 32 kilometer terdapat sekitar 17 titik longsor dan potensi penurunan badan jalan. Sementara pada ruas Simpang Perdau–Muara Lembak sepanjang 13,10 kilometer ditemukan sekitar 11 titik longsor dan penurunan badan jalan. Adapun ruas Muara Lembak–Sangkulirang sepanjang 52,14 kilometer teridentifikasi sekitar 22 titik potensi longsor dan kerusakan badan jalan.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan, keberadaan infrastruktur jalan tersebut menjadi kunci strategis bagi pertumbuhan investasi daerah sekaligus memastikan rantai pasok energi dan pangan tetap bergerak efisien demi kesejahteraan masyarakat luas.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Muhammad Faisal menjelaskan, pemantauan kondisi jalan dilakukan langsung oleh Gubernur bersama jajaran dalam rangkaian kunjungan kerja beberapa hari lalu.
“Dari matahari belum terbit hingga matahari terbenam selama dua hari, rombongan Gubernur melaksanakan kunjungan kerja, termasuk peresmian Jembatan Nibung dan peninjauan ke KEK Maloy. Dalam perjalanan itu, rombongan sengaja melalui rute pesisir dari Samarinda ke Bontang untuk melihat langsung kondisi jalan dan mempersiapkan alternatif akses ke sana,” ujar Faisal, Sabtu (28/2/2026).
Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan dari Bontang ke Sangatta hingga ke Jembatan Nibung di Kutai Timur melalui jalur utama, sambil memantau kondisi ruas jalan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kaltim.
Menurut Faisal, sejumlah temuan lapangan akan segera masuk tahap evaluasi dan perencanaan teknis untuk pembangunan maupun perbaikan. Pemerintah Provinsi Kaltim berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan ruas-ruas strategis tersebut mendapatkan penanganan prioritas.
“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi menyangkut konektivitas kawasan industri, distribusi logistik, dan pelayanan masyarakat. Semua hasil pemantauan akan menjadi dasar langkah konkret ke depan,” tegasnya.
Dengan perbaikan bertahap dan terencana, diharapkan konektivitas pesisir hingga kawasan industri di Kutai Timur semakin optimal serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur secara berkelanjutan. (KRV/pt/win)

