MALINAU, Maqnaia – Bupati Malinau Wempi W Mawa, S.E., M.H. menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan ketersediaan tenaga kerja terampil di Kabupaten Malinau.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri audiensi bersama para pemilik restoran dan kafe, tokoh pemuda, organisasi kewanitaan, serta perwakilan pemuda gereja dan masjid se-Kabupaten Malinau, yang berlangsung di Ruang Tebengang, Kamis (26/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa para peserta audiensi telah menerima sejumlah informasi strategis terkait kebijakan pemerintah daerah. Di sisi lain, pemerintah juga mendengarkan langsung berbagai keluhan dan masukan dari pelaku usaha maupun organisasi masyarakat.

Salah satu isu yang mencuat adalah persoalan tenaga kerja. Para pelaku usaha mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerja yang benar-benar memiliki keterampilan sesuai kebutuhan. Bahkan, tidak sedikit tenaga kerja yang baru bekerja satu hingga dua hari kemudian mengundurkan diri karena belum siap bekerja secara maksimal dan profesional.

Menanggapi hal tersebut, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah akan mengoptimalkan program pelatihan dan job hire untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil dan siap kerja. Dengan demikian, kebutuhan pengusaha dapat dipertemukan dengan tenaga kerja yang telah dibekali keterampilan sesuai bidangnya.

“Pemerintah harus hadir sebagai mediator, menjembatani kebutuhan pengusaha dengan ketersediaan tenaga kerja. Supaya apa yang dibutuhkan dunia usaha bisa dipenuhi oleh SDM yang memang sudah dipersiapkan,” ujarnya.

Selain isu tenaga kerja, pertemuan tersebut juga membahas ketersediaan bahan baku untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para pengelola dapur MBG menyampaikan masih terbatasnya pasokan bahan pangan seperti pisang, jeruk, daging, maupun hasil perikanan yang dibutuhkan setiap hari.

Bupati menegaskan, hal ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah melalui dinas terkait, seperti Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, untuk mendorong peningkatan produksi lokal. Tujuannya agar kebutuhan bahan baku dapat terpenuhi secara berkelanjutan dari dalam daerah.

Lebih lanjut, Bupati juga menyinggung pentingnya sinkronisasi pendidikan vokasi dengan kebutuhan daerah. Ia mencontohkan keberadaan SMK, termasuk SMK SPP, yang perlu diarahkan agar jurusan-jurusan yang dibuka sesuai dengan potensi dan peluang investasi di Malinau.

Menurutnya, jika daerah memiliki potensi di bidang tata boga, pertukangan, atau sektor lainnya, maka kompetensi tersebut harus dipersiapkan sejak di bangku sekolah agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.

“Peluang investasi harus diikuti dengan kesiapan SDM. Kalau potensi kayu ada, maka tenaga pertukangan harus kita siapkan. Kalau kebutuhan di bidang tata boga tinggi, maka jurusan itu juga harus diperkuat,” jelasnya.

Melalui audiensi ini, Pemerintah Kabupaten Malinau berharap terbangun sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta organisasi masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas SDM, dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah. (win)

error: Content is protected !!