TARAKAN, Maqnaia – Komisi III DPRD Kota Tarakan memberikan perhatian khusus terhadap kekuatan anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tengah kebijakan efisiensi yang tengah dilakukan Pemerintah Kota Tarakan. Hal ini menjadi salah satu topik utama dalam kunjungan kerja Komisi III ke Kantor BPBD Tarakan, baru-baru ini.
Anggota Komisi III DPRD Tarakan, Harjo Solaika, mengungkapkan bahwa pihaknya ingin memastikan sejauh mana BPBD mampu menjalankan program prioritas tahun 2026 dengan anggaran yang telah diefisiensi.
“Kami ingin mendengar terkait anggaran BPBD, apakah ada penambahan atau justru dikurangi, karena saat ini kita sedang mendapat ujian efisiensi anggaran,” ujar politisi PAN tersebut.
Selain anggaran, kunjungan ini juga bertujuan memperbarui data pemetaan potensi bencana di Tarakan, mulai dari banjir, longsor, hingga ancaman gempa bumi yang sempat mencuat di media sosial. Harjo menekankan bahwa data yang akurat sangat krusial agar mitigasi bencana di “Bumi Paguntaka” tetap optimal meski dalam kondisi keterbatasan dana operasional.
“Baru-baru ini kita dikejutkan dengan isu gempa bumi, belum lagi soal banjir dan kebakaran hutan. Kami ingin tahu apakah ada ancaman bencana baru untuk Kota Tarakan atau tidak,” tambah Harjo. (Dsy).

