KUTAI BARAT, Maqnaia – Pemerintah terus memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Kalimantan melalui peningkatan infrastruktur jalan strategis. Upaya memperkuat konektivitas antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah terus bergerak maju. Melalui proyek tahun jamak (Multi Years Contract) kini tengah membenahi ruas strategis Simpang Blusuh hingga Batas Kalteng dengan dukungan anggaran Rp183 miliar yang bersumber dari skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Ruas jalan sepanjang 89,5 kilometer ini memegang peranan penting sebagai jalur distribusi barang dan jasa antarprovinsi. Namun, dari total panjang tersebut, sekitar 51,05 kilometer masih dalam kondisi rusak berat, sehingga kerap menghambat kelancaran transportasi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 BBPJN Kaltim, Joko Sidik menjelaskan bahwa proyek ini dirancang untuk menjawab persoalan infrastruktur di jalan kelas III tersebut secara menyeluruh.
“Kami optimistis, dengan semakin lancarnya arus transportasi di jalur ini, biaya logistik antarprovinsi bisa ditekan dan pertumbuhan ekonomi lokal ikut terdorong,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Perbaikan yang ditargetkan rampung pada 2027 ini mencakup rekonstruksi jalan sepanjang 10,19 kilometer, dengan kombinasi perkerasan aspal dan beton (rigid). Tak hanya itu, penguatan struktur jembatan juga menjadi prioritas.
“Penanganannya komprehensif. Selain rekonstruksi jalan, ada rehabilitasi mayor dan minor, penanganan titik longsor, serta pemeliharaan berkala pada 17 jembatan agar tetap mampu menahan beban kendaraan,” jelas Joko.
Di tengah proses konstruksi, pemerintah memastikan akses masyarakat tetap terjaga. Petugas lapangan rutin melakukan penambalan lubang (patching) dan perbaikan dengan batu agregat untuk menjaga fungsionalitas jalan.
Sinergi pembangunan infrastruktur ini diharapkan membawa dampak langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah Muara Lawa hingga Bentian. Akses yang lebih baik diyakini akan memperlancar distribusi barang, mempercepat pelayanan publik, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan.
Dengan progres yang terus berjalan, ruas Simpang Blusuh–Batas Kalteng diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas yang lebih andal antara dua provinsi di Pulau Kalimantan. (*/KRV/pt/win)

