TARAKAN, Maqnaia – Sebuah pesawat milik maskapai Pelita Air Service tipe AT 802 dengan nomor registrasi PK-PAA dilaporkan jatuh di perbukitan dekat Bandara Long Bawan, Krayan, Kalimantan Utara, pada Kamis (19/2). Dalam insiden tersebut, pilot pesawat atas nama Kapten Hendrik ditemukan meninggal dunia.

Danlanud Anang Busra Tarakan, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Andreas A. Dhewo, M.Sc., M.Si (Han), menjelaskan bahwa pesawat dengan nomor penerbangan PAS 7107 tersebut lepas landas dari Tarakan pada pukul 12.10 WITA dengan misi membawa bahan bakar minyak (BBM).

“Pada pukul 12.25 WITA, saksi mata di apron Bandara Long Bawan melihat pesawat terbang miring ke arah belakang bukit di ujung landasan 22,” ujar Marsma TNI Andreas dalam konferensi pers di Tarakan.

Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan hujan ringan dengan visibilitas 6 km, namun terdapat awan rendah (cloud base) di ketinggian 1.400 kaki yang menyulitkan penerbangan. Sinyal darurat dari Emergency Locator Transmitter (ELT) pesawat sempat tertangkap oleh pesawat Susi Air yang melintas di radius 5 km dari lokasi kejadian pada pukul 12.27 WITA.

Upaya pencarian segera dilakukan setelah warga melihat kepulan asap hitam. Tim gabungan dari Pos Angkatan Udara, Danramil, dan masyarakat tiba di titik jatuhnya pesawat pada pukul 13.25 WITA.

“Pada pukul 14.33 WITA, tim di lapangan menemukan pilot dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi dari perbukitan dan tiba di Rumah Sakit Pratama Long Bawan pada pukul 15.20 WITA,” lanjut Danlanud.

Terkait proses pemulangan jenazah, Marsma TNI Andreas menyatakan bahwa evakuasi ke luar Krayan belum bisa dilakukan pada hari yang sama karena faktor cuaca yang semakin memburuk dengan ketinggian awan turun hingga 1.000 kaki.

Rencananya, pada Jumat (20/2) pagi, tim gabungan beserta pihak maskapai dan Basarnas akan berangkat ke Krayan menggunakan pesawat MAF. Jenazah Kapten Hendrik dijadwalkan akan diterbangkan dari Krayan menuju Tarakan lalu Balikpapan, untuk kemudian dilanjutkan ke Jakarta menggunakan pesawat Airbus milik Pelita Air Service.

Pihak Basarnas Tarakan menyatakan fokus utama saat ini adalah mendukung penuh proses evakuasi jenazah hingga sampai ke pihak keluarga di Jakarta sesuai dengan koordinat dan rencana yang telah disusun bersama para pemangku kepentingan. (Dsy).

error: Content is protected !!