TARAKAN, Maqnaia – Musyawarah Daerah (Musda) ke-VIII Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tarakan telah resmi berakhir dengan terpilihnya dr. M. Hasbi Hasyim sebagai Ketua Umum periode 2026–2031. Pasca pemilihan, jajaran tokoh dan pilar pendukung menggelar acara syukuran sekaligus seruan untuk merajut kembali persatuan masyarakat Sulawesi Selatan di perantauan.
Ketua Kerukunan Keluarga Besar Makassar (KKBM) Kalimantan Utara, Haji Najamuddin (akrab disapa Haji Lontong), menegaskan bahwa kontestasi telah selesai dan meminta seluruh pihak untuk tidak menggiring hasil Musda ke ranah politik. Ia menekankan bahwa KKSS merupakan organisasi sosial, bukan tempat untuk memelihara faksi-faksi politik.
“Jangan ini digiring ke dunia politik, karena KKSS adalah pekerjaan sosial. Ini murni kemenangan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Selatan di Tarakan,” ujar Haji Najamuddin dalam sambutannya.
Ia juga mengapresiasi kinerja panitia yang berhasil menyelenggarakan pemilihan secara demokratis dan lancar.
Senada dengan hal tersebut, Syamsudin Arfah selaku Sekretaris KKBM Kaltara yang turut membersamai proses pemilihan, menyampaikan harapannya agar di bawah nakhoda baru, KKSS dapat menjadi wadah yang lebih rukun. Ia menyebutkan bahwa kemenangan dr. Hasbi merupakan hasil kerja kolektif dari berbagai pilar, termasuk dukungan krusial dari IWSS, pilar Luwu, Wajo, Hikma, KKTU.
“Kita sudah dapat nakhoda baru. Harapan dan ekspektasi kita adalah beliau bisa membawa KKSS ke depan jauh lebih baik lagi. Setelah ini, mari kita kembali rukun,” kata Syamsudin.
Sementara itu, Ketua terpilih dr. M. Hasbi Hasyim mengaku sempat terkejut saat awal diminta untuk mencalonkan diri. Namun, ia menyatakan kesiapannya untuk memikul beban amanah memimpin warga Sulawesi Selatan di Tarakan yang jumlahnya mencapai 37 hingga 40 persen dari populasi kota.
Dalam pidato perdananya, dr. Hasbi menyoroti makna filosofis dari nama organisasi KKSS yang mengedepankan aspek ‘Kerukunan’ dan ‘Keluarga’.
“Para pendiri memberi nama ‘Kerukunan’ karena ingin anak cucunya rukun. Ditambah kata ‘Keluarga’ yang artinya satu sakit, semua sakit. Tidak ada lagi istilah menang atau kalah, yang ada adalah bagaimana kita mengakomodir keinginan seluruh masyarakat Sulawesi Selatan dari Utara sampai Selatan,” pungkas dr. Hasbi.
Acara syukuran ini ditutup dengan semangat kebersamaan menyambut bulan suci Ramadan, di mana seluruh tim pendukung berkomitmen untuk tetap menjaga silaturahmi tanpa adanya sekat pasca-kontestasi. (*)

