TANJUNG SELOR, Maqnaia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kaltara Tahun 2027, sebagai langkah strategis menyusun arah pembangunan yang lebih merata dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Mewakili Gubernur Kaltara, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Hubungan Antar Lembaga Setdaprov Kaltara, Ir. Wahyuni Nuzband, M.A.P., membuka kegiatan yang digelar di Ruang Serbaguna Gedung Gadis 1, Jumat (13/2).
Wahyuni menjelaskan bahwa RKPD Kaltara tahun 2027 merupakan turunan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Dokumen ini akan menjadi panduan seluruh perangkat daerah dalam menjalankan program dan kegiatan pada tahun anggaran 2027.
Menurutnya, konsultasi publik bukan sekadar agenda formalitas, melainkan ruang bersama untuk menyampaikan gagasan dan menyamakan arah pembangunan.
“Forum ini memberi kesempatan bagi kita semua untuk memahami rencana pembangunan dan menyampaikan masukan agar lebih tepat sasaran,” kata Wahyuni.
Tahun 2027 sendiri merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD Kaltara 2025–2029. Tema pembangunan yang diusung adalah “Pembangunan Wilayah yang Merata, Sumber Daya Manusia Berkarakter dan Ekonomi Bernilai Tambah menuju Kaltara sebagai Beranda Depan NKRI yang Makmur”.
“Tema ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong pertumbuhan berkualitas melalui peningkatan produktivitas, investasi, dan penguatan industri,” ujarnya.
Untuk mewujudkannya, pemerintah daerah menetapkan delapan program unggulan. Mulai dari penguatan SDM yang sehat dan cerdas, pembangunan kawasan perbatasan, peningkatan ekonomi kerakyatan, pengembangan sektor pangan dan agribisnis, hingga ekonomi hijau dan biru berkelanjutan.
Selain itu, pariwisata dan budaya, konektivitas antarwilayah, serta tata kelola pemerintahan yang kolaboratif dan inovatif juga menjadi fokus utama.
“Delapan program ini sudah diselaraskan dengan visi dan misi daerah serta menjadi dasar dalam rancangan awal RKPD 2027,” jelasnya.
Wahyuni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dan aktif memberikan masukan agar program yang disusun benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
“Mari bersama mendukung dan mengawal penyusunan RKPD 2027 dengan berperan aktif dalam diskusi,” tutupnya. (dkisp/win)

