Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., memerikan arahan dalam kegiatan rutin Jumpa Pagi Pemerintah Kota Tarakan, Selasa (1/7/2025).
TARAKAN, Maqnaia – Wali Kota Tarakan, Khairul, menargetkan kawasan pusat pemerintahan baru di wilayah Tarakan Utara sudah bisa dioperasikan secara fungsional pada awal tahun 2028 mendatang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi besar untuk mengubah wajah wilayah Utara menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan industri.
“Target kita 3 tahun sudah bisa selesai. Mudah-mudahan di awal tahun 2028 paling lambat, Sekretariat Daerah sudah bisa pindah ke sana,” ujar Khairul.
Menurutnya, pembangunan ini merupakan cita-cita lama sejak era Wali Kota Jusuf SK yang ingin memeratakan pembangunan agar tidak menumpuk di Tarakan Barat dan Tengah. Khairul menyebut, meski dibangun secara bertahap menggunakan skema multi-years, ia optimis progresnya akan berjalan sesuai jadwal sehingga wajah baru Tarakan Utara segera terwujud.
Ia juga menambahkan bahwa lahan seluas 30 hektar di Tarakan Utara tersebut akan dikembangkan menjadi klaster perkantoran terpadu. Saat ini, instansi vertikal seperti Polres, Brimob, KPU, dan Bawaslu sudah mulai berproses, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat senilai Rp230 miliar yang bersumber dari dana pusat.
Terkait kekhawatiran akan beban utang daerah, Khairul optimis proyek dengan skema multi-years ini tidak akan meninggalkan beban finansial di akhir masa jabatan. Ia merujuk pada keberhasilan periode pertamanya yang mampu melunasi utang warisan pemerintahan sebelumnya sebesar hampir Rp500 miliar sambil tetap menjalankan pembangunan infrastruktur.
“Periode lalu kami bisa membangun banyak sekolah dan fasilitas publik tanpa meninggalkan utang, bahkan melunasi utang masa lalu. Semua sudah kita hitung berdasarkan kemampuan pendapatan daerah. Insya Allah, target kami awal 2028 Sekretariat Daerah sudah bisa pindah,” pungkasnya. (*)

