TARAKAN, Maqnaia– Walikota Tarakan, dr. Khairul, meminta masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk tidak memperpanjang polemik mengenai penundaan pelantikan pengurus baru Baznas Kota Tarakan. Ia berharap isu ini tidak menjadi perdebatan yang kontraproduktif bagi kemaslahatan umat.
Khairul menekankan bahwa baik pengurus lama maupun pengurus baru, pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu mengelola zakat untuk kepentingan masyarakat luas.
”Saya kira ini enggak usah terlalu diperdebatkan. Ini kan pimpinan, sama saja ketua atau wakil ketua itu sebenarnya sama. Apa sih yang dipersoalkan? Toh jalan ini untuk kepentingan umat,” ujar Khairul dengan nada tegas.
Lebih lanjut, Walikota menjelaskan bahwa keputusan memperpanjang masa jabatan pimpinan lama di bawah asuhan K.H. Zainuddin Dalila adalah langkah taktis agar pengumpulan zakat tahun 1447 Hijriah berjalan maksimal tanpa kendala teknis akibat masa transisi.
”Ini hanya persoalan teknis saja untuk kemaslahatan umat, enggak ada macam-macam. Setelah tugas pengumpulan zakat selesai, baru mungkin ada pengurus baru yang punya waktu cukup panjang untuk berkoordinasi,” terangnya.
Khairul juga memberi tanggapan terkait kabar yang beredar mengenai terpilihnya Kyai Abdul Samad sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tarakan yang baru. Khairul menegaskan bahwa secara prosedural, dirinya belum mengetahui adanya penetapan tersebut karena rapat pleno resmi belum pernah digelar.
Menurut Walikota, penetapan struktur pimpinan Baznas harus melalui mekanisme pleno yang sah dan wajib dihadiri oleh kepala daerah sebagai pihak yang berwenang.
”Itu (kabar terpilihnya Kyai Abdul Samad) aku belum tahu ya. Tapi sebenarnya kan pleno itu harus ada Walikota, dan itu belum pernah kita lakukan memang,” tegas Khairul saat dikonfirmasi awak media.
Ia menjelaskan bahwa proses transisi kepemimpinan Baznas memang sempat tertunda karena padatnya jadwal kegiatan kedinasan. Namun, Khairul memastikan bahwa saat ini fokus utama adalah menjaga kinerja lembaga zakat tersebut agar tidak terhambat, terutama dalam menghadapi bulan suci Ramadan. (*)

