TANJUNG SELOR, Maqnaia – DPC Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Indonesia Kabupaten Bulungan menggelar rapat kerja (raker) pada Rabu (28/1) di Ruang Pertemuan PKK Bulungan Lantai 2 di Jl Kolonel Soetadji, Tanjung Selor. Raker dibuka Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si yang mengungkapkan terdapat sekitar 1.400 kasus perceraian di Kalimantan Utara yang menjadi salah satu tantangan Penyuluh KB dalam memperkuat ketahanan keluarga.
Diungkapkan, selain kasus perceraian, penurunan stunting juga menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama. Sesuai program Presiden, fokusnyaadalah pemberian makanan bergizi bagi ibu hamil dan anak-anak. Pemkab bertugas mengawasi dan memastikan program ini berjalan tepat sasaran di desa-desa. Bupati berpesan para penyuluh hadir langsung memastikan distribusi bantuan gizi ini tidak bermasalah di lapangan.
Bupati menegaskan, pembangunan di Bulungan dari segala aspek tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah daerah. Dibutuhkan kolaborasi dan kemitraan dari berbagai institusi termasuk para Penyuluh KB dan Tim Penggerak PKK.
“Saya mengapresiasi peran aktif teman-teman penyuluh KB di lapangan. Saya mencatat beberapa kendala yang disampaikan oleh Ketua DPC termasuk kebutuhan operasional di kecamatan,” ujar Bupati. Diketahui, dari 34 Penyuluh KB di Bulungan dilaporkan 9 personel masih menggunakan kendaraan pribadi. Pemkab pun sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dapat membantu kerja para penyuluh. Pemkab juga siap menyiapkan lahan bagi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga untuk pembangunan kantor perwakilan di Bulungan. Tujuannya agar program kementerian lebih banyak menyentuh hingga ke tingkat kabupaten dan desa.
Raker turut diisi penyerahan piagam penghargaan kepada Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, RSUD dr Soemarno Sosroatmodjo, Ikatan Bidan Indonesia serta sejumlah UPTD Puskesmas di Bulungan atas kerjasama dan dukungan dalam program kependudukan, pembangunan keluarga serta Keluarga Berencana di Bulungan. (win)

