SAMARINDA, Maqnaia – Mengawali tahun 2026, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang akrab disapa Harum melakukan kunjungan kerja peninjauan pembangunan ke wilayah tengah Kalimantan Timur. Rangkaian agenda berlangsung selama tiga hari, Selasa hingga Kamis, 6–8 Januari 2026 mendatang, dengan rute Samarinda – Kota Bangun – Kutai Barat – Mahakam Ulu – Bongan.
Kunjungan kerja ini difokuskan untuk memastikan pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) kepada masyarakat, khususnya pada sektor infrastruktur dasar yang menjadi urat nadi konektivitas antardaerah.
Menurut Gubernur Harum, pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman dan perbatasan memiliki tantangan biaya yang tinggi, namun berdampak langsung terhadap akses layanan publik dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“SPM itu menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Infrastruktur jalan, jembatan, transportasi memang mahal, tetapi inilah akses utama yang menghubungkan Samarinda dengan Kutai Kartanegara, Kutai Barat, hingga Mahakam Ulu. Kalau konektivitas ini kuat, pelayanan dan kesejahteraan ikut terangkat,” ujar Gubernur Harum di sela-sela perjalanan.
Ia menegaskan pentingnya menghadirkan legacy pembangunan yang nyata dan berkelanjutan.
“Akan sangat disayangkan jika amanah yang diberikan masyarakat tidak kita jawab dengan karya terbaik. Karena itu, visi dan misi gubernur harus mendapat dukungan penuh, termasuk dari DPRD Kalimantan Timur,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Pembangunan (Adbang) Setda Provinsi Kalimantan Timur, Ir. H. Irhamsyah, melaporkan bahwa kunjungan kerja ini didukung pengamanan dan pendampingan ketat. Sebanyak 57 unit kendaraan roda empat disiapkan untuk mendampingi rombongan selama tiga hari perjalanan.
Rombongan gubernur turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, termasuk Ketua DPRD Hasanuddin Mas’ud, unsur Asisten Sekretariat Daerah, serta jajaran kepala perangkat daerah. Di antaranya Kepala Bappeda Kaltim, Kepala BPBD Kaltim, Kepala Dinas PUPR Pera, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Kominfo Kaltim, Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata, Dinas SDM, Plt Kepala Dinas Pendidikan, DPMPTSP, tim RSUD AWS (ambulans gubernur), Biro Perekonomian, Biro Pengadaan Barang dan Jasa, serta perwakilan BUMD.
“Kolaborasi lintas sektor ini penting agar setiap peninjauan tidak berhenti pada laporan, tetapi langsung ditindaklanjuti dengan kebijakan dan program yang tepat,” kata Irhamsyah.
Adapun agenda meliputi, Selasa (6/1/2026), rombongan bergerak menuju Kutai Barat dengan agenda peninjauan rekonstruksi jalan Simpang Tiga Kota Bangun–Kota Bangun, peninjauan Jembatan ATJ, serta peresmian pembangunan Jalan Tering–Ujoh Bilang.
Pada kesempatan tersebut, gubernur bersama kepala daerah setempat juga melakukan penanaman 20 bibit pohon buah endemik sebagai bagian dari komitmen lingkungan. Rombongan kemudian menuju Balai Adat Ujoh Bilang.
Rabu (7/1/2026), agenda berlanjut di Mahakam Ulu dengan peninjauan dan penyerahan satu unit ambulans terapung kepada Pemkab Mahakam Ulu (bantuan Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim), penyerahan simbolis bantuan toilet umum dan panggung di DTW Desa Batu Majang, serta penyerahan speedboat dan excavator.
Gubernur juga meninjau peningkatan jalan Long Melaham–Batu Dinding, bantuan keuangan daerah, RTLH, Bandara Ujoh Bilang, serta Posyandu terkait penanganan stunting oleh PKK Kaltim.
Kamis (8/1/2026), peninjauan difokuskan di Kutai Barat, meliputi rekonstruksi Ruas Jalan Asa–Juaq Asa sepanjang 2 km di Kecamatan Barong Tongkok, perluasan jaringan distribusi perpipaan Kampung Asa, peninjauan SMK 3 Sendawar, lokasi pembangunan Rumah Sakit di Bongan, serta kondisi jalan Bongan–Sotek. Rombongan juga mengecek titik rawan dan jembatan larut di KM 83–85 dari sisi Simpang Bongan dan sekitar KM 67 dari sisi Simpang Sotek sebagai bagian dari upaya percepatan perbaikan.
Dengan dukungan DPRD dan perangkat daerah, Gubernur Harum berharap setiap kilometer jalan, jembatan, dan fasilitas publik yang ditinjau benar-benar menjadi fondasi kemajuan yang dirasakan masyarakat hingga ke pelosok. (rey/pt)

