TANJUNG SELOR, Maqnaia – Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si mengikuti peringatan Hari Perkebunan Nasional ke 68 tahun 2025 di kantor Dinas Pertanian di Jl Kolonel Soetadji, Tanjung Selor pada Selasa pagi (23/12).

Bupati menegaskan, pembangunan sektor pertanian dan perkebunan merupakan bagian dari visi dan misi pembangunan Bulungan 2024 – 2029.

Bupati mengungkapkan, salah satu tantangan saat ini yaitu ketersediaan SDM terutama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang saat ini berstatus sebagai pegawai pemerintah pusat. PPL adalah ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Idealnya satu desa memiliki satu PPL. Namun saat ini, Bulungan hanya memiliki sekitar 30 PPL untuk melayani 74 desa di 10 kecamatan.

Sebagai langkah solusi, Pemkab berencana menyiapkan PPL lokal melalui program prioritas daerah, yang akan diberdayakan dan diselaraskan dengan program pembangunan daerah, khususnya untuk meningkatkan kompetensi SDM lokal di bidang pertanian dan perkebunan.

Bupati juga menyinggung pengembangan kawasan cepat tumbuh yang terintegrasi antara sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan, salah satunya di Desa Long Buang, Kecamatan Peso. Program tersebut didukung investasi non-APBD sekitar Rp1,5 miliar, serta kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui penandatanganan nota kesepahaman.

“Kita akan menyiapkan minimal 3 anak muda di setiap desa sebagai SDM pertanian lokal. Untuk tahap awal, 10 desa di Kecamatan Peso akan dilibatkan, sehingga tersedia sekitar 30 SDM lokal yang nantinya dapat dikembangkan ke kecamatan lain,” ungkapnya. Program ini dikemas dalam program prioritas “Madya: Muda Berdaya, Muda Berkarya”, yang direncanakan mulai dianggarkan dan dieksekusi pada tahun 2026 melalui Dinas Pertanian Bulungan.

Bupati juga menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan sektor perkebunan, mengingat besarnya potensi perkebunan swasta dan masyarakat di Kabupaten Bulungan. Ia membuka peluang evaluasi struktur organisasi perangkat daerah agar pengelolaan sektor perkebunan dapat dilakukan secara lebih optimal.

Peringatan Hari Perkebunan turut diisi penyerahan penghargaan Lomba Petani Berprestasi, Penyuluh Pertanian Teladan, Pendamping Brigade Pangan Teladan, Penyuluh Penggerak Perkebunan, Kelompok Tani Perkebunan Teladan, Penetapan Kelas Kebun Terbaik, Perusahaan dengan Rantai Pasok dan Memiliki STDB (Surat Tanda Daftar Budidaya) Terbanyak serta Perusahaan Inisiator Program Perkebunan Berkelanjutan Daerah di Bulungan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Syarwani juga menyampaikan permohonan dukungan kepada Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Utara, khususnya terkait program cetak sawah di Kabupaten Bulungan.

Menurutnya, keberhasilan program cetak sawah seluas sekitar 2.000 hektare di Kabupaten Bulungan akan menjadi wajah keberhasilan Kalimantan Utara secara keseluruhan. Pasalnya, dari alokasi program cetak sawah untuk lima kabupaten/kota di Kalimantan Utara, sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Bulungan.

“Program cetak sawah ini merupakan bagian dari program Astacita Presiden Prabowo Subianto. Saya yakin program ini, termasuk cetak sawah dan program strategis lainnya, akan tetap berlanjut pada tahun 2026,” ujarnya.

Bupati berharap hasil evaluasi pelaksanaan cetak sawah yang saat ini telah mencapai sekitar 970 hektare, dapat terus ditingkatkan sehingga target kisaran 2.000 hektare dapat terpenuhi secara bertahap.

“Minimal pada tahun depan kita menargetkan 1.000 hektare cetak sawah di Kabupaten Bulungan. Dengan dukungan pemerintah provinsi, saya optimistis target tersebut dapat kita capai,” pungkasnya. (win)

error: Content is protected !!