TANA TIDUNG, Maqnaia – Kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dilaksanakan di Kecamatan Sesayap Hilir dibuka oleh Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum di Halaman Kantor Desa Sesayap pada Selasa (11/11/2025).
Dihadiri oleh Kepala OPD, Kapolres Tana Tidung, serta Masyarakat Kecamatan Sesayap hilir.
Pada Kesempatan tersebut, Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum, membacakan sambutan Bupati Tana Tidung, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu instrumen penting dalam memotong jalur distribusi yang panjang, menekan biaya logistik, serta menyalurkan bahan pangan langsung kepada masyarakat dengan harga yang lebih rendah dari HET.
Dengan demikian, GPM tidak hanya membantu menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan keterjangkauan pangan di pasar.
Pemerintah Kabupaten Tana Tidung berkomitmen untuk terus memastikan agar bahan n pokok dengan harga yang wajar dan kualitas yang baik.
Komitmen ini sejalan dengan visi pembangunan daerah, yaitu “Mewujudkan Kabupaten Tana Tidung yang Berdaya Saing, Adil, dan Sejahtera.”
Melalui visi ini, pemerintah bertekad membangun sistem pangan daerah yang tangguh, berkeadilan, dan berpihak pada masyarakat kecil.
Gerakan pangan murah juga menjadi bagian dari program “Tana Tidung Peduli”.
Sebuah gerakan sosial ekonomi yang menitikberatkan pada pemulihan ekonomi masyarakat dan penguatan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Program ini dirancang tidak hanya untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan murah, tetapi juga untuk memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial antarwarga.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah ingin memberikan jaminan bahwa pengendalian harga pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pusat.
Tetapi juga merupakan wujud nyata kerja sama dan komitmen daerah. Gerakan pangan murah diharapkan mampu memberikan manfaat yang luas, mulai dari stabilisasi harga bahan pokok, peningkatan kesejahteraan petani, hingga efisiensi rantai pasok.
“Mari kita jadikan kegiatan ini bukan hanya sebagai agenda seremonial, tetapi sebagai gerakan bersama — gerakan kepedulian sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Saya mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, pelaku usaha, serta masyarakat untuk terus bersinergi dalam menjaga stabilitas harga pangan,” ujarnya.
“Hanya dengan kerja sama dan semangat gotong royong, kita dapat memastikan bahwa setiap keluarga di Tana Tidung tidak kekurangan pangan dan dapat Hidup lebih sejahtera,” tambahnya. (win)

